Home Start Back Next End
  
identitas:
Islam,
Hinduisme
dan
China
yang
masing-masing
eksis
di
Cirebon.
Pada
tahun
1537,
Sunan
Gunung
Jati sebagai penguasa Keraton
Kasepuhan yang sudah lanjut usianya (89 tahun) mundur dari jabatannya
untuk
mendalami
ilmu
dakwah
agama
Islam dan
digantikan
oleh
para
keturunannya.
Berdasarkan
catatan sejarah
pada
tahun
1568,
Sunan
Gunung Jati
wafat dalam usia 120 tahun di kota Cirebon
(dulu Carbon),
dan  dimakamkan  di 
daerah  Sembung  Gunung  Jati  (Kompleks
Pemakaman
Astana
Gunung
Sembung)
sekitar
5
km dari
pusat
kota
Cirebon, Jawa Barat.
2. 3. 2.
Haji Tan Eng Hoat (Maulana Ifdhil Hanafi)
Teks Malay Annals
yang berasal dari Kelenteng Talang Cirebon,
memberitakan
bahwa
seorang
Muslim
Tionghoa
pertama
yang
berasal
dari Hokkian (??) adalah Haji Tan Eng Hoat, sejak tahun 1513 – 1564
beliau 
aktif 
menjadi 
penggerak 
dan 
penyebar 
ajaran 
Islam 
di 
kota
Cirebon, dan
merupakan seorang Muslim Tionghoa yang sangat taat pada
ajaran Islam.
Prof. Dr. Slamet
Muljana dalam buku
Runtuhnya Kerajaan Hindu –
Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara
(2005: 72-73),
mengemukakan bahwa:
Pada tahun 1526 saat menjadi imam di daerah Sembung kota Cirebon,
Haji  Tan  Eng  Hoat  didatangi  oleh  rombongan  armada  Kerajaan
Demak
yaitu
Pimpinan
Trenggana
yang
didampingi
Kin San seorang
Muslim Tionghoa
yang
pandai
berbahasa
China
(sebagai
penerjemah
Pimpinan   
Trenggana    terhadap    Haji    Tan   
Eng    Hoat).    Pada
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter