Home Start Back Next End
  
1
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG PERMASALAHAN
Berdasarkan Teori Maslow, disebutkan bahwa aktualisasi diri antara lain berupa
pengembangan diri, merupakan hierarki teratas dalam kebutuhan primer manusia. Salah
satunya, dapat dicapai melalui waktu luang (leisure), termasuk berwisata, agar dapat
menyegaran jiwa kembali.
Dalam Deklarasi World Leisure, disebutkan bahwa
pentingnya perhatian pada waktu luang sebagaimana
terhadap kesehatan dan
pendidikan.
Dalam memenuhi kebutuhan tersebut, diperlukan juga penekanan pada pentingnya
kewajiban pemerintah untuk menjamin pemberian fasilitas terbaik bagi kegiatan di
waktu luang dan rekreasi bagi warganya, pentingnya memberikan kesempatan lebih luas
untuk mengembangkan hubungan antar-manusia, pentingnya integrasi sosial, pentingnya
pengembangan komunitas serta identitas budaya, dan pentingnya persahabatan
internasional.
Selain itu, sektor pariwisata juga merupakan salah satu penyumbang terbesar bagi devisa
negara, dan peringkat sektor tersebut terus meningkat setiap
tahunnya. Hal ini diyakini,
menjadi peluang yang besar dan menjanjikan dalam mencapai kesejahteraan rakyat.
Maluku, sebuah provinsi kepulauan yang terletak di kawasan Indonesia Timur,
dianugerahkan potensi
pariwisata yang melimpah. Tidak hanya potensi alamnya yang
luar biasa, namun juga memiliki potensi sejarah yang menarik, yang mempengaruhi ke
bidang sosial dan budaya, serta relijius-nya. Bahkan, pesona Maluku pernah menjadi
latar belakang bangsa Eropa dalam melakukan eksplorasi dunia.
Namun sayangnya, Kerusuhan Ambon pada tahun 1999 –
2001, yang sarat akan isu
politik busuk, telah merusak citra Maluku secara keseluruhan, yang dulu dikenal dengan
sebutan “The Spice Islands” atau “Manise”. Baik dari pariwisata bahkan citra
masyarakat Maluku itu sendiri.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter