Home Start Back Next End
  
1
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 
Latar Belakang Permasalahan
Kemacetan yang terjadi di ibukota Jakarta merupakan permasalahan yang
ingin diselesaikan oleh pemerintah. Salah satu penyebab terjadinya kemacetan
adalah tingginya tingkat penggunaan kendaraan pribadi tanpa didukung dengan
kondisi jalan yang memadai. Berdasarkan hasil sensus yang dilakukan oleh
Badan Pusat Statistik
(2011), jumlah penduduk pada wilayah DKI Jakarta pada
tahun 2010 adalah 9.607.787
jiwa
dan angka tersebut terus meningkat setiap
tahunnya. Hal ini disebabkan karena Jakarta merupakan pusat perekonomian dan
pemerintahan yang membuat banyak masyarakat dari luar Jakarta ingin
meningkatkan perekonomian mereka di Jakarta. Kedatangan masyarakat dari luar
Jakarta tidak didukung dengan sarana transportasi kendaraan umum yang
memadai sehingga masyarakat terpaksa menggunakan kendaraan pribadi. Selain
itu, mahalnya tempat tinggal di Jakarta membuat masyarakat harus memilih
bertempat tinggal di luar Jakarta. Hal ini menyebabkan pemerintah sulit untuk
membuat suatu model transportasi umum yang memadai bagi masyarakat yang
tinggal di luar Jakarta. Akibatnya, peningkatan penggunaan kendaraan pribadi
semakin meningkat.
Berdasarkan data dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro
Jaya, kendaraan bermotor pada tahun
2010 berjumlah sekitar 11.362.396 unit
yang terdiri dari kendaraan roda dua sebanyak 8.244.346 unit dan kendaraan roda
empat sebanyak 3.118.050 unit. Jumlah ini meningkat sebanyak 15% dari tahun
sebelumnya yang berjumlah 9.993.867 unit (Suhendi, 2011).
Untuk mengurangi tingkat kemacetan yang ada di Jakarta, BLU
TransJakarta
menyediakan sistem
transportasi massal yang dinamakan
TransJakarta. TransJakarta
memiliki jalur khusus di jalan raya yang disebut jalur
busway”. Tujuan dari adanya busway
adalah untuk memperlancar perjalanan
TransJakarta
dari satu halte ke halte berikutnya. Hingga bulan Mei 2012,
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter